Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
agen togel terpercaya
INDOTOGEL
INDOTOGEL
Gilapoker
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Wah, Ternyata Arsene Wenger Pernah Ditawari Jadi Pelatih MU

Arsene Wenger kembali membongkar beberapa fakta menarik perihal masa-masanya sebagai pelatih Arsenal beberapa tahun lalu. Kini dia mengaku pernah ditawari jadi bos Manchester United.

Legenda The Gunners ini sekarang menjabat sebagai FIFA’s Head of Global Development. Karier Wenger sebagai pelatih tak perlu diragukan, dia menghabiskan 22 tahun sebagai bos Arsenal.

Menjelang akhir kariernya di Emirates Stadium, dia sempat dikabarkan akan melanjutkan bekerja di PSG, klub Prancis yang beberapa kali dihubungkan dengan dia.

“Saya ditawari pekerjaan [PSG] beberapa kali,” buka Wenger kepada The Times.

Ternyata bukan hanya PSG yang mengejar Wenger, MU pun pernah melakukannya. Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

Pernah dihubungi MU

Bertahun-tahun sebagai bos Arsenal, Wenger membangun rivalitas sengit dengan Sir Alex Ferguson di Manchester United. Keduanya pernah bersaing ketat meraih trofi.

Sebab itu, cukup mengejutkan ketika sekarang dia mengonfirmasi pernah mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Old Trafford, meski tidak mau menjelaskan kapan detailnya.

“Saya tidak bisa mengatakan itu [kapan tepatnya], tapi saya bisa memastikan bahwa MU menawarkan pekerjaan itu,” sambung Wenger.

Duel dengan Fergie

Wenger pun mengenang kembali pertarungannya dengan Ferguson di papan atas. Arsenal dan MU adalah dua tim terkuat di awal tahun 2000-an, dan saat itu dia menyadari betapa bagusnya Fergie.

“Ah, kami punya sejumlah pertarungan menarik,” ujar Wenger soal Ferguson. “Dia pria cerdas. Anda tidak mungkin bisa membangun karier seperti dia jika Anda bodoh.”

Wenger dan Fergie akan terus dikenang sebagai dua pelatih terbaik sepak bola Inggris. Jika Wenger menghabiskan 22 tahun di Arsenal, Ferguson lebih lama lagi dengan 26 tahun di MU.

Kini keduanya tak lagi melatih, dan sayangnya baik Arsenal maupun MU masih belum mencapai level top seperti dahulu.

Sumber: The Times


Leave a Comment