Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
agen togel terpercaya
INDOTOGEL
INDOTOGEL
Gilapoker
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Cara Kim Kurniawan Menghadapi Bobotoh Anak-anak, Remaja, dan Orang Tua: Unik dan Asik

Pemain dan suporter merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan di sepak bola. Pemain butuh suporter untuk mengangkat motivasi, sedangkan suporter butuh pemain untuk memuaskan hasrat menonton sepak bola.

Oleh sebab itu menurut pemain Persib Bandung, Kim Kurniawan, harus ada hubungan yang baik dengan suporter. Dalam hal ini Bobotoh sebagai pendukung Maung Bandung.

Menurut pesepakbola berusia 30 tahun ini, suporter bisa dibagi-bagi menurut usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Pendapat itu disampaikannya dalam perbincangan di channel YouTube, Hanif & Rendy Show.

Dari kelompok suporter itu, kata Kim ada banyak sifatnya. Misalnya untuk anak-anak, mereka murni menumpahkan dukungan karena mengidolakan seorang pemain.

Jadi jika bertemu suporter cilik, Kim selalu menyambutnya dengan tangan terbuka. Tidak pernah menolak bila diajak foto bersama.

“Suporter anak kecil kebanyakan mengidolakan kita pemain bola karena mereka ingin menjadi pemain bola juga. Nah saya selalu ingin menjadi contoh yang bagus, bukan hanya di lapangan tapi juga di lapangan,” ujar Kim.

“Makanya kalau ada anak kecil ketemu saya, saya selalu ingin baik. Kalau ingin berfoto ayo silahkan berfoto, biar mereka nantinya dapat sedikit attitute dari situ, siapa tahu mereka jadi pemain bola. Soalnya pemain bola itu punya tanggung jawab besar karena termasuk publik figure juga, harus jadi contoh yang bagus,” katanya menambahkan.

Suporter Remaja

Kelompok suporter yang usianya masih remaja ini biasanya hampir mirip dengan yang dewasa. Menghadapi pendukung di usia itu, Kim mengaku harus tahu batas.

Jika sekadar foto-foto atau mengobrol, ia mengaku antusias untuk meresponsnya. Tapi kalau mulai minta nomor kontak dan lain-lain, Kim pasti akan menolak secara halus.

“Kalau untuk remaja, kadang-kadang agak susah sih karena harus tahu sampai mana batasannya. Kadang-kadang kan seusia dan lain-lain. Jadi untuk saya suporter penting tapi misalnya seusia dan lain-lain itu ya ada batasannya, sampai gimana,” ucap Kim.

“Kalau diluar ngobrol bicara ya ayo silahkan tidak masalah minta foto dan lain-lain. Tapi selebihnya misalnya lewat telpon atau lewat kontak langsung itu saya menghindari hanya untuk menjaga saja sebenarnya karena ya relasionshipnya harus diluar sosmed, bukan di sosmed. Jadi saya sebenarnya untuk sosmednya membatasi ya komunikasinya.”

“Jadi untuk menjaga perasaan, menjaga harapan, dan lain-lain gitu. Cuma ya kalau kita di luar, diajak ngobrol dan lain-lain, ya siapa tau bisa menjadi teman juga ya ayo,” tegasnya.

Diberi Wejangan Suporter

Sementara untuk suporter dewasa, Kim biasanya mendapat saran, masukan atau kritik. Kim pun menganggap pendukung yang didominasi oleh orang tua cocok untuk mengevaluasi diri.

“Kalau bapak-bapak ya kadang-kadang lucu sebenarnya dan mereka juga suportif,” tutur pemain naturalisasi dari Jerman ini.

“Saya sih suka karena dengan pengalaman hidup mereka yang sudah lebih lanjut daripada kita itu kadang-kadang masukan-masukam penting juga yang datang dari mereka. Jadi masukan-masukan dari bapak-bapak itu sangat-sangat penting bagi saya,” imbuh Kim.


Leave a Comment